Islamic Video

Sabtu, 14 Februari 2009

Modul Agama Kls XI

TOBAT DAN RAJA’

tobat.jpgTahukah kamu bahwa manusia menjalani beberapa proses perjalanan kehidupan. Perjalanan pertamanya adalah kelahiran, kedua adalah kematian, berikutnya dibangkitkan untuk hidup kembali, dan kemudian sesudahnya adalah perhitungan amal (hisab). Kelak ada manusia yang beruntung dan tempat kembalinya adalah syurga, tetapi ada pula manusai yang merugi sehingga tempatnya adalah neraka. Mereka yang beriman dan beramal shalehlah yang mendapatkan jaminan kebahagiaan kehidupan diakhirat kelak.

Dalam menjalani kehidupan, seseorang tentu harus mempersiapkanbekal untuk hari kemudian. Bekalnya adalah iman, ilmu dan amal shaleh. Keimanan yang disertai amal shaleh akan membawa keselamatan dan kesejahteraan, baik di dunia maupun diakhirat. Apalagi jika ditambah dengan perilaku terpuji seperti berotbat, raja’ (menunjukkan sikap menghara keridhaan Allah), optimis, dinamis, mampu berfikir kritis, dan mampu mengendalikan diri. Bab ini secara khusus akan membahas sifat-sifat terpuji tersebut.


A. Bertobat
lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang tobat kepada-Nya dan dia menyukai orang-orang yang membersihkan diri.” (QS Al Baqarah : 222)

Tobat adalah proses menyadari kesalahan yang telah diperbuat dan berupaya sekuat hati untuk tidak melakukannya kembali atau permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan (kekhilafan) dan atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya (keterangan selanjutnya lihat QS An Nur ; 31, Ali Imran : 90, An Nisa : 110, Al Maidah : 34 dan At Tahrim : 8)

Hadis nabi Muhammad SAW yang artinya : “Sesungguhnya Allah menerimatobat hambanya selagi ia belum tercungak-cungak hendak mati (nyawanya berbalik-balik dikerongkongan).” (HR Ahmad)

1. Kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain, diantaranya seperti hal-hal berikut.

  1. Tidak memuliakan anak yatim piatu, tidak menganjurkan dan memberi makan orang miskin, memakan harta dengan mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil dan mencintai harta yang berlebihan (lihat QS Al Fajr: 15-20)
  2. Bakhil, merasa tidak cukup dan mendustakan pahala yang baik (lihat QS Al Lail : 1-13)
  3. Mengumpat, mencela, prasangka dan olok-olok (lihat QS Al humazah : 1, dan Al Hujurat : 11-13)
  4. Tidak melaksanakan rukun Islam, terutama mendirikan salat

2. Ada beberapa kriteria orang yang bertaubat.

  1. Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan. Orang ini diampuni dosanya. lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya :“Selain orang-orang yang tobat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan, sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang.” (QS Ali Imran : 89)

  1. Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. Tobat semacam ini sudah tidak dapat diterima lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya saya bertobat sekarang. Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih.” (QS An Nisa : 18

  1. Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (lihat Al Qur’an aurah At Tahrim : 8)

Tobat nasuha dapat dilakukan degan prose sebagai berikut.

1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah (QS An Nahl : 53)

2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblisdan ari kejahatan makhluk lainnya. (QS An Nas : 1-6, Al Falaq : 1-5, dan An Nahl : 9 8)

3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan perbaikan, dengan sungguh-sungguh, sesuai keadaan, tidak melampaui batas, dan hasilnya tidak boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35, Hud : 112, Al Isra’ : 17-19, Al Anbiya : 90&37, Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai. (QS An Najm : 24-25)

4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191), mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18), dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43)

5) Bersabar (QS Al Baqarah : 155-157) karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al Qasas : 30)

6) Melakukan salat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingatnya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10)

7) Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah (QS Yusuf : 22, Al Qasas : 4, Al Furqan : 69-71, At Taubah : 11 dan Al mukmin : 7)

Untuk bisa dinyatakan sebagai tobat nasuha, seseorang harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut.

1) Harus menghentikan perbuatan dosanya

2) Harus menyesalai perbuatannya

3) Niat bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Dan mengganti dengan perbuatan yang baik, dan apabila ada hubungan dengan hak-hak orang lain, maka ia harus meminta maaf dan mengembalikan hak pada orang tersebut

B. Mengharap Keridhaan Allah

Jalan yang hak dalam menggapai ridha Allah melalui orang tua adalah birul walidain. Birul walidain atau berbakti kepada kedua orang tuamerupakan salah satu masalah yang penting dalam Islam. Di dalam Al Qur’an, setelah memerintahklan manusia untuk bertauhid kepadanya Allah SWT memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surah Al Isra : 23-24 Allah berfirman lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : (23) Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu dan bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia. (24) Dan hendaklah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagai mana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.” (QS Al Isra : 23-24)

Keutamaan berbakti kepada orang tua dan pahalanya apabila kita melaksanakannya.

1. Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Hadis nabi Muhammad SAW dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya kepada Nabi SAW tenatang amal yang paling utama dan dicintai Allah. Nabi SAW menjawab, pertama salat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan salat diawal waktunya), kedua berbakti kepada orang tua, dan ketiga jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian jika ingin berbuat kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama diantaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada orang tua)

2. Rida Allah tergantung keridhaan orang tua. Ini tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh bukhari dari Abadul Mufrad, Ibnu hibban, Ahkim dan At Tarmidzi

3. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu melalui cara beramal saleh. Ini menunjukkan bahwa melalui berbakti kepada orang tua yang pernah kita lakukan, dapat menghilangkan kesulitan. Banyak sekali kesulitan yang dialami seseorang karena berbuat durhakakepada kedua orang tua. Bagaimana beratnya orang tua kita yang telah bersusah payah megurus anak-anaknya. Walaupun si anak sudah bekerja sehari semalam atau hendak membalas dengan perbuatan apapun tidak akan pernah terbayar dengan jasa orang tua kita mengurs kita sewaktu kecil.

4. Dengan bersilaturahmi kepada orang tua, seseorang akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur sebagaimana dalam hadis dinyatakan.

Artinya : “Barang siapa yang suka diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari)

Ketika bersilaturahmi, kita harus mendahulukan silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak diantara kita yang sering bersilaturahmi kepada teman-temannya, tapi jarang atau bahkan tidak pernah bersilaturahmi kepada orang tuanya sendiri. Sesulit apapun keadaannya, kita harus tetap berusaha untuk bersilaturahmi kepada orang tua

5. Balasan berbakti kepada orang tua yaitu akan dimasukkan ke surga oleh Allah SWT. Selain itu, jika seorang anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka. Sebaliknya, dosa-dosa yang Allah segerakan azabnya didunia diantaranya adalah akibat berbuat zalim dan durhaka kepada orang tua. (lihat QS Al Ankabut : 8, Maryam :12-15&30-34, Ibrahim : 40-41, Asy Syuara ; 87-88, dan An Nahl : 19)

Bentuk bentuk berbakti kepada orang tua, antara lain dapat dilakukan melalui cara berikut ini

  1. Berakhlak baik kepada keduanya. Di dalam hadis nabi SAW disebutkan bahwa memberi kebahagiaan kepada seorang mukmintermasuk sedekah, lebih utama lagi jka kegembiraan tersebut diberikan kepada kedua orang tua kita
  2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut atau berbicara dengan perkataan yang mulia kepada orang tua
  3. Tawaduk (rendah hati) atau tidak boleh bersikap sombong karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan orang tua kita
  4. Memberi infak atau sedekah kepada kedua orang tua
  5. mendoakan kedua orang tua sebagaimana ayat “rabbirhamhuma kama rabbayani shagira.” (Wahai Rabb-ku, kasihilah kedua orang tuaku, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti ajaran Islam dengan benar atau berbuat syirik atau bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada mereka, meskipun dengan tidak mengikuti jalan mereka.

Apabila kedua orang tua telah meninggal, yang harus kita lakukan adalah memohon ampun untuk mereka kepada Allah SWT dan minta ampun dengan taubat nasuha bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya diwaktu mereka masih hidup, kemudian membayar hutang-hutangnya, selanjutnya melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syariat dan menyambung silaturahmi kepada teman atau kerabat mereka.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua yang berusia lanjut adlah kesempatan yang paling baik untuk mendapatkan pahala dari Allah, mempermudah rezeki dan menjadi jembatan menuju surga. Oleh karena itu, sungguh rugi jika seorang anak menyia-nyiakan kesempatan yang paling berharga ini dengan mengabaikan orang tuanya sehingga menyebabkan dia tidak masuk surga.

C. Perilaku Optimis

Setiap manusai akan selalu diuji keimana dan kepribadiannya. Dengan segal keurangan dan kelebihan dirinya, manusia senantias menghadapi peluang dan tantangan. Tidak jarang kegagalan dijumpai dalam usaha keras yang telah dilakukan sepanjang hidupnya. Bila peluang dan kesempatan telah tersedia, kemudian ditambah dengan modal, potensi, kekuatan atau kelebihan dirinya, seringkali menimbulkan rasa optimis. Sebaliknya, apabila kemampuan yang dimiliki kurang memadai, biasanya seorang mudah merasa pesimis.

Optimis merupakan keyakinan diri dan salah satu sifat baik yang dianjurkan dalam Islam. Dengan sikap optimis, seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan, baik demi kehidupan di duni maupun dalam menghadapi kehidupan akhirat kelak. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat: lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Janganlah kamu bersifat lemah, dan janganlah pula kamu bersedi hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran : 139)

Sikap optimis merupakan sikap yang harus dimiliki oleh stiap manusia, khusunya seorang muslim. Karena dengan optimis, seorang muslim akan selalu berusah semaksimal mungkin mencapai cita-citanya dengan penuh keikhlasan karena Allah tanpa sedikitpun rasa takut dan khawatir akan mengalami kegagalan.

Hadis nabi Muhammad menyatakan.yang artinya : “Dari abu hurairah ia berkata, telah bersabda rasulullah SAW, mukmin yang kuat akan lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, tetapi di tiap-tiap (seorang mukmin) itu ada kebaikan, beringinlah (optimis) kepada apa-apa yang memberi manfaat.” (HR Bukhari)

Dari ayat dan hadis tersebut diatas, kita harus yakin, mantap dan tidak ragu-ragu atau bimbang jika mempunyai keinginan kuat untuk melaksanakan segala cita-cita yang sesuai dengan jalan-Nya. Allah tidak menyukaiorang-orang yang berputus asa atau lemah karena sikap demikian membuka pintu bujuk rayu setan. Akan tetapi, optimis tanpa perhitungan dan pertimbangan yang tepat juga merupakan sesuatu kekonyolan (tidak dibenarkan) yang dapat dibenci Allah. Sikap pesimis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. Orang yang pesimis pasti akan merasa hidupnya selalu penuh dengan kesulitan. Ia selalu merasa dalam ketidakberdayaan mengahadapi masa depan. Sikap seperti ini sangat dibenci oleh Islam. Islam sangat mendorong sikap optimis dan mengcam sikap pesimis.

Ada 6 hal yang dapat membangkitkan sikap optimis dalam kehidupan kita yakni sebagai berikut.

1. Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu

2. Tata kembali target yang ingin kita capai

3. Pecah target yang besar menjadi target-target kecil yang dapat segera dilihat keberhasilannya.

4. Bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ihtiyar

5. Langkah terakhir, kita perlu mengubah pandangan kita terhadap diri dan kegagalan

6. Yakinkan bahwa Allah SWT akan menolong dan memberi jalan keluar

Optimisme sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari guna mencapai sebuah kesuksesan dan keberhasilan dalm hidup di dunia dan akhirat. Dengan adanya sikap optimisme dalam diri setiap muslim, kinerja untuk amal akan meningkat dan persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik. Doa, ihtiyar dan tawakal harus senantiasa mengiringi karena hanya denngan kuasa-Nya apa yang kita inginkan dapat terwujud. Maka, tumbuhkan selalu sikap optimisme dan harapan sebagai energi hidup agar tetap menyala, bersemangat, tidak kenal menyerah dan yang terpenting adalah yakinlah dengan pertolongan Allah SWT. (selanjutnya lihat QS Al Insyirah : 5-6, Al baqarah : 147, Az Zumar : 39 dan At Talaq : 2-3)

D. Perilaku Dinamis

Dinamis dapat diartikan sebagai satu keadaan yang selalu bergerak, tidak pernah diam, tidak statis. Seseornag yang dinamis adalah seseorang yang tidak kenal putus asa dalam mencapaui tujuannya. Sikap dinamis ini memacu manusia pada kemajuan dan perkembangan. Allah SWT berfirman. lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Dan (Dia telah menetapkan) kuda, bagal dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS An Nahl : 8)

Melalui ayat tersebut, Allah telah mengisyaratkan kepada manusai untuk berfikir, merenung dan menghasilkan inovasi-inovasi seperti menciptakan tekhnologi mutakhir dan menjadikan tekhnologi itu sebagai perhiaan, kebanggaan dan kemudahan bagi manusia. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini. lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “(1)Demi masa. (2)Sesungguhnya manusia dalam kerugian. (3)Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berwasiat dengan kebenaran, dan berwasiat dengan kesabaran.” (QS Al Asr : 1-3)

Di dalam ayat tersebut, Allah menyarankan kepada manusia untuk mempergunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Meskipun waktu itu sangat sempit, apabila dipergunakan dengan baik niscaya waktu yang sempit itu akan menjadi waktu yang sangat berharga. Salah satu memanfaatkan waktu adalah dengan terus berusaha atau berkarya untuk mencapai tujuan, tak pernah putus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Manusia dinamis selalu berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Manusia dinamis terus berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa. Firman Allah SWT. lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “(Sesungguhya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. )Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. dan orang-orang yang di dalam hartanya tersedia bagian tertentu. “ (QS Al Maarij :19-24)

Kesulitan yang dihadapi, bukan untuk ditakuti atau dihindari. Akan tetapi, kita harus berusaha agar kesulitan itu menjadi sebuah tantangan dan peluang. Kita harus terus bergerak dan berusaha untuk kreatif dan inovatif. Allah SWT menyatakan lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7)

Dalam firman Allah SWT yang lain dinyatakan. lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Kebenaran itu adalah dari tuhanmu. Karena itu jangan sekali-kali engkau tergolong orang yang ragu-ragu.” (QS Al Baqarah : 147)

Manusia yang baik adalah manusia yang berprestasi lebih baik dari hair kemarin. Dan manusai yang buruk adalah manusia yang sama, bahkan lebih buruk dari hari kemarin. Maka berusahalah untuk menjadi manusai yang senantiasa berusaha ke arah kebaikan.

E. Berpikir Kritis

Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Manusai memiliki akal (rasio) dan rasa sehingga dengan akal itu manusai mampu berfikir dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. Orang yang tidak mau mempergunakan akalnya adalah orang yang di murkai oleh Allah. Allah SWT memerintahkan agar setiap muslim senantiasa hati-hati, teliti dan kritis terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan. Allah SWT senantias mengetahui apa yang tersimpan di dalam pikiran dan perbuatan hambanya, dan dia akan memberi balasan yang setimpaldengan hal tersebut, baik ataupun buruk

Proses berfikir dan semangat untuk terus mencari solusi atas suatu permasalahan merupakan sesuatu yang harus selalu dipelihara. Semua masalah yang timbul dari dalam dan dari luar merupakan pemicu seseorang agar senantiasa berfikir untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang atau akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapoat memecahkan masalah tersebut

Setiap orang mempunyai pola pikir berbeda. Akan tetapi, apabila setiap orang mampu berpikir secra kritis, masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya. Oleh karena itu, manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikan hidupnya lebih baik, tentram dan mampu menjalani semua masalah sepelik apapunyang diberikan kepadanya.

Banyak orang yang cenderung malas untuk memikirkan penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi atau menghindar dari persoalan tersebut. Mereka menganggap hal itu adalah cara yang paling efektif untuk membuat mereka tenang. Akan tetapi, mereka sebenarnya merasa resah karena solusi dari masalah tersebut belum mereka dapatkan.

Seseorang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya sesuai dengan tuntunan Allah diantaranya menunjukkan sikap sebagai berikut.

1. Mengingat Allah setiap saat.

2. berpikir positif dan menyadari bahwa dibalik semua kejadian pasti memiliki hikmah sehingga tidak ada yang sia-sia

3. Meyakini bahwa Allah telah mengatur segala ciptaanya demi kesejahteraan manusia

4. Memilih yang terbaik berdasarkan hasil musyawarah

5. Selalu mengambil hikmah dan pelajaran dalam setiap kejadian yang dialami

6. Senang berbuat baik untuk sesama manusia

7. Rajin melaksanakan salat

8. meyakini akan adanya kehidupan akhirat

Beberpa ciri orang yang memiliki perilaku suka berpikir kritis antara lain sebagai berikut.

  1. Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al Hujarat : 6)

  1. Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan
  2. Dapat menelaah atau menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis
  3. Berani menyampaiakn kebenaran meskipun berat dirasakan. Al Qur’an menyatakan lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS Al Ahzab : 70) lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Asr : 3) lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Maidah : 8)

  1. Bersikap cermat, jujur dan ikhlas karena Allah, baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama Allah maupun dengan urusan duniwi
  2. kebencian terhadap suatu kaum tidak mendorongnya untuk tidak berbuat jujur atau tidak berlaku adil
  3. Adil dalam memberikan kesaksian tanpa melihat siapa orangnya walaupun akan merugikan diri sendiri, sahabat dan kerabat.
  4. Keadilan ditegakkan dalam segala hal karena keadilan menimbulkan ketentraman, kemakmuran dan kebahagiaan. Ketidak adilan hanya akan menimbulkan hal sebaliknya

F. Mengendalikan Diri

Manusia diberi akal dan hawa nafsu oleh Allah SWT, dua hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga manusia disebut makhluk paling sempurna. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selam ia mampu diarahkan, tetapi akan menjerumuskan kepada kejahatan bila dibiarkan tanpa arah yang jelas. lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Maka pernahkah engkau meelihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Dan Allah membiarkannya sesaat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberikan petunjuk setelah Allah (membuarkan sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.” (QS Al Jasiyah : 23)

Banyak orang yang meninggalkan petunjuk yang baikdan menuruti kemauan hawa nafsunya dan menjadikannya sabagai tuhan yang ditaati selain Allah. Betapa tidak, karena apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsu tersebut dia akan segera lakukan tanpa malu dan segan sehingga tidak takut untuk melakukan kejahatan dan kezaliman. Mereka tidak takut kepada Allah, apalagi kepada sesamanya. Mereka tidak memikirkan akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya

Orang yang menurut hawa nafsunya sangat dimurkai oleh Allah dan disamakan dosa dan bahayanya orang-orang yang menyembah berhala dan memuja benda-benda yang ada dibumi.

Nafsu mengandung ketertarikan sahwat untuk mencari kelezatan jasamani dan rohani sehingga mudah menerima godaan dan bujukan setan. Nafsu manusia ada tiga macam yaitu sebagai berikut.

1. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan

2. Nafsu lawanah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam

3. Nafsu mutmainnah ayitu nafsu yang tenang dan tentram

Apabila nafsu manusia mengikuti sahwatnya, inilah yang disebut nafsu amarah. Apabila nafsu itu telah melakukan hal yang buruk , hadirlah nafsu lawamah yang mencela dan mencaci perbuatan buruk yang dilakukannya karena mengikuti nafsu sahwatnya. Apabila nafsu itu telah menyesalatas perbuatan jahat yang dilakukannya, perasaan itu timbul dari nafsu mutmainah . Didalam surat Al Baqarah : 169 Allah berfirman. lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya :“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji. Dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al Baqarah : 169

Allah berfirman dalam surat lainnya lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya itu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. Sesungguhnya tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Yusuf : 53)

Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan yang artinya : “Orang yang kuat bukanlah orang yang jagoan dalam gulat, namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR Muttafqun Alaih)

Berikut ini adalah beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri

1. Tidak suka mengolok-olok dan berburuk sangka kepada orang lain

2. Tidak iri dan dengki

3. Tidak sombong

4. Tidak kikir dan pelit

5. Tidak tamak

6. Tidak memfitnah

7. Tidak melakukan kejahatan

8. Ikhlas

9. Sabar

10. Suka berkorban

11. Pandai bersyukur

12. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan

13. mampu mengendalikan hawa nafsu

LATIHAN

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban paling tepat

1. “Sesungguhya Allah menyukai orang yang tobat kepadanya dan dia menyukai ….”

a. orang-orang yang membersihkan dirinya

b. orang-orang yang bertaubat

c. orang-orang yang selalu ingat kepadanya

d. orang-orang yang beribadah

e. orang-orang yang memanfaatkan saudaranya

  1. “Bahwasanya Allah menerima taubat hambanya selagi ia belum tercungap=cungap hendak mati.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh …

a. Bukhari

b. Ahmad

c. Muslim

d. At Turmuzi

e. Ibnu Majjah

  1. “Wahai manusia, berotbatlah kepada Allah! Sesungguhnya ku bertaubat kepadanya sebanyak 100 kali dalam hari.” Kalimat tersebut adalah…

a. firman Allah SWT

b. ucapan para rasul

c. perkataan nabi Muhammad SAW

d. perkataan orang bijak

e. perkataan ulama

  1. Yang tiak termasuk contoh sikpa optimis ialah …

a. benar

b. sabar

c. potensi

d. usaha

e. cepat

  1. “Dan tidak lah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka …” ayat tersebut kita temui dalam surat …

a. An Nisa : 14

b. An Nisa : 15

c. An Nisa : 16

d. An Nisa : 17

e. An Nisa : 18

  1. Tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan penyesalan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa disebut …

a. tobat biasa

b. tobat orang mukmin

c. tobat nasuha

d. tobat ustadz

e. tobat ulama

  1. Yang tidak termasuk syarat tobat nasuha adalah …

a. menghentikan perbuatan dosa

b. menyesali perbuatan dosa

c. berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa

d. dilakukan kapan saja

e. mohon maaf kepada orang yang dirugikan

  1. Kita selalu diperintahkan untuk bersikap optimis dalam segala hala sehingga yang kita cita-citakan dapat tercapai. “janganlah kamu bersifat lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya)…”

a. jika kamu orang-orang yang beruntung

b. jika kamu orang-orang yang mengetahui

c. jika kamu orang-orang yang berfikir

d. jika kamu orang yang bertakwa

e. jika kamu orang yang bertaubat

  1. “Ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua.” Hal ini Allah perlihatkan dalam kisah …

a. Malin Kundang

b. Alqamah

c. Batu menangis

d. Sangkuriang

e. Hindun

  1. “Berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan dari pada kepada orang lain.” Hadis ini diriwayatkan oleh …

a. Bukhari

b. Muslim

c. Abu Daud

d. Ibnu hibban

e. Hakim

  1. Seseorang dilarang untuk mematuhi orang tuanya apabila mereka menyuruh untuk …

a. menuntut ilmu pengetahuan

b. menikahi seseorang yanng tidak dicintai

c. membelanjakan harta di jalan Allah

d. menyekutukan Allah

e. melakukan perbuatan yang tidak disukai

  1. Yang tidak termasuk perbuatan memuliakan orang tua adalah …

a. silaturahmi kepada orang tua

b. mengucapkan salam

c. melakukan perbuatan yang menyenangkan

d. melakukan salam

e. melakukan perbuatan yang dinginkan orangtua

  1. Perilaku yang tidak termasuk kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain, dapat kita temui dalam surah …

a. An Nisa : 38

b. An Nisa : 37

c. An Nisa : 36

d. An Nisa : 35

e. Al Humazah : 1-2

  1. Orang-orang yang tidak menggunakanakalnya dimurkai Allah. Pernyataan Allah ini terdapat dalam surah …

a. Yunus : 100

b. Yunus : 101

c. Yunus : 102

d. Yunus : 103

e. Yunus : 104

  1. Kata taubat berasal dari kata “ taba-yatubu” yang berarti…
    1. berserah
    2. pasrah
    3. pulang
    4. datang
    5. hidayah
  2. Menyesal dalam hati memohon ampun dengan lisan dan berjanji untuk tidak menglangi perbuatan dosa lagi merupakan tahapan yang harus dijalani bila kita menginginkan taubat kita diterima Allah swt .Taubah semacam ini disebut dengan taubat…
    1. Nasiah
    2. Hasanah
    3. Nasuha
    4. Magfirah
    5. Wujubi
  3. Kalimat tayibah yang khusus memohon ampun kepada Allah swt dari kesalahan dan dosa disebut dengan …
    1. Dzikir
    2. Tasbih
    3. Takbir
    4. Istigfar
    5. Ta’audz
  4. Rasa pengharapan adalah pengertian dari …
    1. khauf
    2. raja’
    3. saja’ah
    4. mahabbah
    5. habibah
  5. Merasa takut kepada Allah swt disebut…
    1. mahabbah
    2. raja’
    3. taubah
    4. khauf
    5. amarah

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!

1. Jelaskan pengertian tobat!

2. Sebutkan tiga syarat tobat nasuha!

3. Jelaskan kandungan surat at-tahrim : 8!

4. Tulislah surat almaidah ayat 39 dengan tulisan arab yang benar

5. Mengapa ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua? Jelaskan!

6. Sebutkan maksud surat Al Isra : 23-24!

7. Sebutkanlah lima keutamaan berbakti kepad orang tua

8. Apakah yang kamu ketahui mengenai optimis? Jelaskan!

9. Sebutkanlah maksud surat Ali Imran ayat 39!

10. Jelaskan yang dimaksud degan mengenali diri!

Modul Agama Kls XI

KEIMANAN KEPADA RASUL ALLAH


rasul.jpg

Allah adalah zat Maha Pencipta semua makhluk, baik yang tampak maupun yang gaib. Di antara makhluk yang tampak dan yang paling baik bentuk susunan tubuhnya adalah manusia. Adapun manusia pertama yang diciptakan Allah adalah Nabi Adam. a.s sebagai manusia nabi Adam diciptakan Allah tanpa Ayah dan Ibu. Kemudian Allah . Kemudian Allah menciptakan siti Hawa dari tulang rusuk nabi Adam a.s sebagai isterinya. Dari keduanya Allah menurunkan manusia, yang lama kelamaan manusia itu menjadi banyak dan bertebaran di muka bumi, hingga akhirnya terciptalah berbagai macam bangsa. Allah. Allah mengutus nabi dan rasul untuk setiap bangsa atau umat manusia.

Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diberi wahyu oleh Allah dan diwajibkan menyampaikan wahyu tersebut kepada Umatnya, Sedangkan pengertian Nabi adalah manusia pilihan Allah diberi wahyu dan tidak diwajibkan menyampaikan kepada umatnya. Setiap Rasul adalah nabi tetapi tidaklah semua nabi itu rasul. Allah mengutus sepanjang masa mulai nabi Adam A.s sampai Nabi Muhammad SAW merupakan benang merah risalah yang tidak pernah terputus.

Adapun pengertian beriman kepada Rasul ialah percaya bahwa Allah telah memilih diantara anak dan cucu nabi Adam a.s, diutus untuk membimbing umatnya kejalan yang benar agar mereka hidup bahagia baik didunia maupun di akhirat kelak.

Firman Allah: Surat Mukmin ayat 78: lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya: “ Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. ( Al-Mukmin ayat 7 8)

Jadi sebelum Nabi Muhammad SAW, Allam telah mengutus beberapa rasul. Sebagian dari rasul tersebut telah diceritakan kepada Nabi Muhammad SAW, dan sebagian lagi tidak diceritakankepadanya. Para nabi dan rasul yang tercantum nama atau kisah mereka dalam al-Qur’an ada 25 orang , yaitu Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, Ibrahim, luth, Ismail, Ishak, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Harun, Musa, Ilyasa’, Zulkifli, Daud, Sulaeman, Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan Muhammad SAW.

Adapun lima diantara mereka mendapat gelar “Ulul Azmi” Atinya yang mempunyai ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan tugas suci mereka, yaitu Nabi Nuh a.s, Ibrahim a.s, Musa a.s, Isa.a.s, dan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian para rasul itu diberi mukjizat oleh Allah. Mukjizat adalah keadaan yang luar biasa yang terjadi dari seorang rasul untuk memperkuat atas kedatangan dan pengakuan mereka sebagai rasul , juga untuk melemahkan atau mengalahkan tantangan para musuhnya. Misalnya, tongkat Nabi Musa dapat jadi ular, Nabi Ibrahim tidak terbakar oleh api, Nabi Isa dapat menghidupkan orang yang telah meninggal dunia. Adapun Nabi Muhammad SAW, antara lain Isra’ dan Mi’raj dan yang paling besar adalah kitab suci Al-Qur’an.

B. Tanda Tanda Beriman kepada Rasul Allah.

  1. Menjadikan Rasul sebagai suri Teladan.

Setiap Rasul adalah sebagai suri teladan hidup bagi umatnya. Baik itu masalah ibadahnya maupun dalam masalah muamalah, baik) tingkah laku maupun tutur katanya adalah baik dan benar sesuai dengan perintah Allah SWT. Semua rasul itu selalu terjaga dari kesalahan dan kelupaan”( ma’sum). Firman Allah : lihat Al-qur,an on line di gogle

artinya:Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat

bagi semesta alam ( Q.S. Al-Anbiya: 107)

Jadi, Allah mengutus para rasul itu adalah sebagai rahmat bagi semesta alam. Maka rasul cermin , panutan dan suri teladan bagi manusia sehingga akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat nanti. Untuk mencapai yang memuaskan dalam melaksakan tugas sucinya, para rasul mempunyai akhlak yang mulia dan sifat-sifat yang istimewa. Sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan menjadi empat sifat wajib bagi rasul dan empat sifat mustashil.

  1. Mempercayai kebenaran ajaran yang dibawa Para Rasul.

Sebagai orang beragama Islam dan orang yang beriman kepada rasul Allah SWT. Kita wajib percaya bahwa ajaran yang dibawa para nabi dan rasul itu adalah benar. Ajaran tersebut benar-benar wahyu dari Allah SWT.

Firman Allah: lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya: Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Al-Anbiya ayat: 25)

Mulai Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW.Dan diterangkan diatas bahwa semua rasul itu mengajak umatnya menyembah hanya kepada Allah yang Maha Esa saja. Jadi jelaslah kita tidak boleh ragu dengan ayat-ayat tersebut diatas. Oleh karena itu, kita wajib percaya akan kebenaran ajaran yang dibawa para rasul. Berdasarkan keterangan-keterangan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kita harus meyakini kebenaran rasul tersebut.

  1. Tidak Membedakan Para Rasul

Para rasul sama dan Islam tidak membedakan antara para rasul tersebut. Mereka juga membawa pokok ajaran yang sama, yaitu ajaran tauhid. Sedangkan perbedaan syari’at yang mereka ajarkan disebabkan perbedaan tempat dan wakktu sehingga memerlukan pula perbedaan peraturan. Orang Islam wajib beriman kepada semua rasul Allah tanpa kecuali. Semua rasul itu sama, yaitu orang yang diberi wahyu oleh Allah dan wajib menyampaikan kepada umatnya. Mereka membimbing umatnya untuk mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Firman Allah: lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya:. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” ( Q.S.Al-Baqoroh : 285)

Para Rasul itu wajib menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umatnya, serta membimbingnya ke jalan yang lurus dan benar sehingga tercapailah hidup bahagia didunia dan di akhirat. Adapun nabi dan rasul yang tercantum dalam kitab Al-Qur’an ada 25 rasul sudah kita jelaskan diatas. Islam tidak membedakan rasul-rasul, kita wajib beriman kepada semua rasul, mulai rasul pertama dari Nabi Adam a.s sampai rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.

C. Prilaku Yang Dituntunkan Para Rasul.

  1. Berlaku Jujur dan benar.

Setiap Rasul mempungnyai sifat shiddiq artinya benar dalam perkataan amupun dalam perbuatan .Dan semua apa disampaikan rasul itu adalah benar-benar dari Allah, mereka mengajak manusia ke jalan yang benar yang diridhai oleh Allah SWT. Mustahil seorang rasul kidzib atau pembohong, sebab apa yang disampaikannya selalu benar dan dapat dipercaya karena sumbernya dari Allah SWT. Maka Beriman kepada Rasul Allah kita harus berlaku jujur dan benar sesuai dengan tuntunan rasul yang di wariskan kepada kita.

  1. Tanggungjawab Mengemban Amanah

Rasul wajib memiliki sipat amanah artinya dapat dipercaya , mereka menjadi kepercayaan Allah untuk mengajarkan agama Allah kepada umat. Rasul mengemban etanggung jawab yang diamanahkan Allah kepadanya sampai-sampai menderita yang tiada tara. Nabi Yusuf pernah dipenjara karena tidak mau berbuat maksiat dengan isteri majikannya siti Julaeha, Nabi Ayyub menderita penyakit cacar yang berat disebabkan permintaan iblis terkutuk kepada Allah, dalam imannya Nabi Ayyub, Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namruz dan lain sebagainya. Mengikuti rasul Allah harus siap untuk mengemban tanggungjawab yang berarti berani menanggung resiko.

  1. Berlaku cerdas dan Bijaksana (Fathonah)

Sifat Rasul Allah adalah fathonah atau cerdas. Setiap rasul mempunyai kecerdasan yang tinggi, berbeda dengan manusia biasa. Dalam hal ini, mustahil seorang rasul Allah mempunyai baladah artinya bodoh.

Sikap dalam mengimani rasul Allah tidak cukup dengan menghafal nama-nama dan sifat-sifat mereka. Lebih dari itu kita harus mengikuti, patuh dan taat menjalankan apa yang diperintahkan dan meningglkan apa yang dilarangnya. Dalam Al-Qu’an Allah berfirman: lihat Al-qur,an on line di gogle

Artinya: Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya (Q.S. Al-Hasyar :7)

D. Evaluasi

Berilah Tanda silang(X) pada salah satu huruf a, b,c,d atau e bagi jawaban tepat!

1. Kesesuaian antara ucapan, perbuatan keadaan jiwa seseorang disebut….

a. shiddiq b. amanah

c. tablig d. fathonah

e. namimah

2. Penuh tanggungjawab dalam pemgemban tugas dan mau menerima resiko disebut….

a. shiddiq b. amanah

c. tablig d. fathonah

e. namimah

3. Cerdas dan Bijaksana arti dari….

a. shiddiq

b. amanah

c. tablig

d. fathonah

e. namimah

4. Sifat rasul yang artinya menyampaikan wahyu kepada umat adalah

a. shiddiq

b. amanah

c. tablig d. fathonah

e. namimah

5. Nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi ialah

a. Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad

b. Nuh, Ibrahim, Musa, Yusuf, Idris

c. .Nuh, Ibrahim, Yusuf, Muhammad. Isa

d. Ibrahim, Nuh, Muhammad, Isa, Adam

e. Muhammad, Isa, Musa, Ibrahim, Idris

6. Nabi yang di berikan kitap Injil oleh Allah adalah ….

a. Musa as b. Isa as

c. Daud as d. Muhammad saw

e. Zakaria as

7. Nabi yang menerima kitab Taurat adalah ….

a. Musa as b. Isa as

c. Daud as d. Muhammad saw

e. Zakaria as

8. Nabi yang meneriman zabur….

a. Musa as b. Isa as

c. Daud as d. Muhammad saw

e. Zakaria

9. Nabi yang masa kecilnya dibuang dalam sumur oleh kakaknya…

a. Musa as b. Isa as

c. Yusuf as d. Muhammad saw

e. Zakaria as

10. Nabi yang pernah dalam perut ikan beberapa hari tidak meninggal dunia….

a. Musa as b. Isa as

c. Yusuf as d. Muhammad saw

e. Zakaria as

11. Rasul itu terpelihara dari perbuatan dosa. Terpelihara itu disebut…

a. maqbul b. masyhud

c. muhsin d. mukhlis

e. maksum

12. Orang yang tidak percaya kepada rukun iman, maka orang tersebut disebut ….

a. mukmin naqis b. mukmin kamil

c. kafir d. muhsin

e. fasiq

13. Arti “rasul” menurut bahasa ialah…

a. surat b. wakil Allah

c. orang suci d. risalah

e. utusan

14. Para rasul ulul azmi sebagai berikut, kecuali…

a. Ibrahim as b. Ismail as

c. Musa as d. Muhamad saw

e. Isa. as

15. Ulul Azmi maksudnya bahwa para rasul memiliki …..

a. segudang ilmu b. kecerdasan

c. kebijaksanaan d. keuletan dan kesabaran

e. diberi mukjizat

16. Para rasul dan nabi diberi mukjizat, mukjizat artinya…

a. kesaktian b. kecerdasan

c. kehebatan d. keluarbisaan

e. kehormatan

17. Salah satu cara beriman kepada rasul yaitu mengikuti jejaknya dimaksud ialah…

a. fikih b. akhlak

c. ibadah d. hadist

e. tauhid

18. Islam memandang nabi Isa itu sebagai….

a. anak Tuhan b. Tuhan Umat Kristen

c. bukan utusan Allah d. Orang yang tidak dikenal

e. hamba Allah dan rasulNya

19. Rasulullah disebut “ummi” artinya ialah…

a. tidak dapat menulis b. tidak dapat membaca

c. suka menyembunyikan d. tidak dapat mendengar

e. suka menghafal

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan tepat!.

  1. Terangkan pengertian beriman kepada rasul!
  2. Apakah arti ulul azmi? Sebutkanlah nabi yang mendapat gelar ulul azmi!
  3. Sebutkanlah mukjizat Nabi Ibrahim!
  4. Sebutkanlah mukjizat Nabi Musa tatkala dihadang Raja Fir’aun!
  5. Tuliskan ayat 43 surat an-Nahl dan sebutkan maknanya!
  6. Apakah tugas utama para rasul itu ?
  7. Sebutkanlah empat sifat wajib para rasul!
  8. Sebutkanlah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW!
  9. Jelaskanlah tentang keteladanan Nabi Muhammad saw!
  10. Jelaskan pengertian amanah! Dan bagaimana cara penerapan dalam kehidupan!